top of page

HOW TO BE A GOOD PRESENTER

  • Oct 10, 2019
  • 2 min read

Mahasiswa Sekolah Tinggi Tarakanita berkesempatan mendatangkan presenter tv swasta Indonesia sekaligus professional public speaker, yaitu Caesar Gunawan. Acara tersebut merupakan bagian dari kegiatan promosi yang dilakukan oleh STARKI untuk mendapatkan mahasiswa baru 2020/2021. Tidak hanya mahasiswa STARKI saja yang menjadi audience, tetapi banyak siswa SMA baik swasta maupun SMA negeri juga ikut hadir dalam acara ini. Master of Ceremony pada acara ini merupakan dua finalis Miss Indonesia 2019 dari mahasiswa STARKI. Bukan menjadi rahasia kembali apabila saat kini dunia komunikasi pada umunya sangat digemari oleh generasi muda. Karena belajar komunikasi tidak membutuhkan waktu yang lama untuk dapat handal dan percaya diri dalam berbicara di depan audience. Tetapi perlu diketahui, kemampuan yang dimiliki public speaker yang profesional membutuhkan “jam terbang” atau pengalaman berbicara dihadapan khalayak perlu dilatih dan dikembangkan. Agar dapat berbicara yang fasih dengan orang yang baru dikenal atau audience.


Hal pokok yang dibutuhkan untuk menjadi presenter, yaitu: penampilan fisik (cara berpakaian, percaya diri, kharisma yang terpancarkan, dan lain-lain), pengetahuan (untuk menunjang nilai sebuah berita yang ditayangkan dalam berbagai platform), bakat terpendam (tidak dapat dihindari apabila seorang presenter yang hanya terlihat pandai membawakan berita juga harus memiliki keahlian lainnya seperti menyanyi, dll), mengetahui kelebihan atau kelemaha dalam hal tertentu (karena seseorang akan terlihat lebih enak dilihat, jika melakukan hal yang menurut orang tersebut menjadi kelebihan atau kesukaannya), teknik (setiap orang memiliki teknik untuk maksimal dalam bekerja, seperti setiap orang membutuhkan air mineral ketika bekerja yang bertujuan untuk tidak haus atau menjaga stamina), keberuntungan (tidak dapat dihindari faktor keberuntungan juga diperlukan, sebab saat kini banyak presenter atau public figure yang kemampuannya masih kurang dibandingkan dengan orang lain. Tetapi karena orang tersebut memiliki keberuntungan, maka orang tersebut masih bertahan dalam dunia hiburan).



Semua profesi memiliki konsekuensi, sehingga menjadi seorang presenter juga memiliki konsekuensi. Jadi setiap orang perlu meningkatkan kemampuan dengan cara latihan untuk mengasah kepercayaan diri (bisa melalui cermin), membangun kepercayaan diri dengan memulai mengajak berkomunikasi dengan orang yang belum kenal, membangun kondisi hati untuk lebih mampu mengatur tingkat emosi atau perasaan di berbagai situasi, dan lebih banyak membaca untuk mampu bersaing dengan presenter yang lebih lebih lama bekerja sebagai presenter. Tidak hanya itu saja, kemampuan untuk mengatasi kecemasan juga perlu dilatih dengan cara yang berbeda-beda setiap orang. Misalnya: mengajak audience berinteraksi dengan memberikan pertanyaan kepada audience, berjalan menguasai panggung yang disediakan, meminum air mineral, berkenalan dengan audience, dan lain-lain.


Secara tidak disadari wartawan televisi hanya muncul di depan layar, ketika sedang memberikan live report (ketika ada informasi yang mendadak dan perlu untuk disebarluaskan, seperti: artis atau orang yang memiliki jabatan telah meninggal, tindakan kerusuhan atau tindakan kriminal), dan wawancara (interview) ketika momentum tertentu atau ketika ada masalah yang ada di masyarakat sehingga membutuhkan pendapat oleh audience yang beragam.


Kurangnya pengetahuan yang dimiliki banyak orang terhadap dunia komunikasi, karena minimnya jumlah professional public speaker yang mampu membagikan ilmu komunikasi yang dimilikinya melalui kegiatan workshop atau kegiatan yang lainnya yang bertujuan untuk mempelajari lebih dalam pengetahuan seputar komunikasi. Padahal kualitas seseorang diukur melalui seberapa jauh pengalaman seseorang dalam membawakan suatu acara. Sehingga dapat disimpulkan bahwa latar belakang atau pengalaman seseorang dalam berinteraksi dengan sesama masih mempengaruhi kualitas seorang calon pembicara, presenter, master of ceremony, dan kemampuan dalam bidang komunikasi lainnya.




 
 
 

Comments


Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Instagram Social Icon
  • Twitter Basic Square
  • YouTube Social  Icon

#KamiPeduli #KamiBeraksi  #KamiBerprestasi

Designed by Grace Anggita

bottom of page